Jumat, 09 Oktober 2009

dia

setiap kali aku mengingatnya.
hanya puisi ingin kutulis...

aku menantimu di ujung sajak penantian

setiap kali aku melihatnya.
hanya doa yang ku batin...

hanya dia yang kuingin Tuhan

dan

setiap aku gelisah.
hanya tanya, tanya, dan tanya...

mengapa aku selalu memikirkan dia?

Senin, 25 Mei 2009

love accounting

setiap kisah tentangmu
telah ku jurnal di setiap keping sajak.
senyummu, binar matamu, dan suaramu.

tak sadarkah engkau
buku besarku telah dipenuhi hanya sebuah nama akun,
namamu cinta.

engkau adalah fixed assets yang tak terdepresiasi
engkau adalah biological assets yang semakin tak ternilai
dan engkau adalah bunga majemuk yang tumbuh berkembang berlipat ganda
memenuhi setiap lembar-lembar wesel dan obligasi.

selamanya historimu kan kukenang debet kredit
hingga saatnya tiba aku datang padamu...
kan kuakuisisi segala cintamu
walau jutaan lembar saham harus kuterbitkan.

aku hanya ingin going concern bersamamu.
sustainable dan survive,
sembari melihat anak-anak cabang kita mengukir profit.

Kamis, 14 Mei 2009

berziarah di Taj Mahal


1.
fajar menyingsing
aku terbangun pada cadik di atas aliran Yamuna
saujana membentang menggaris elok syair alam

2.
bayangan Syuhada pada lapak-lapak benteng merah
masih terngiang dan terhapus sedikit-sedikit
roda kekuasaan berputar
di sini di Agra ini mereka pernah berdiri kokoh
entah kapan takbir mereka kembali menggema di tanah ini

3.
aku tak hiraukan perawan-perawan itu
meski sarinya dari sutra, mahendi,
pun bindya terbaik mereka kenakan
sebab khimar seseorang masih melambai di hati

4.
megah engkau wahai bangunan puisi
seimbang, selaras, harmoni setiap jengkal
garis-garis keteguhan Ustad Isa
pada bongkahan marmer-marmer putih

5.
kepingan-kepingan sajak itu berlayar
dan ditarik ribuan gajah
dan berkumpul di atas pembaringan Mumtaz Mahal
tersusun megah puisi berjuluk Taj Mahal

lambang cinta...
Syah Jahan

6.
sebelum ku balik ke Makassar.
kukulum senyum pada nisan kalian berdua wahai pecinta abadi
kuingin belajar pada kalian
kuingin membangun Taj Mahal untuk seorang Mumtaz Mahal
meskipun aku bukan seorang Syah Jahan
aku hanya seorang Adrian Syah
tapi aku tetap ingin...

Senin, 11 Mei 2009

para pelari


hidup adalah lomba lari.


setiap 365 meter jarak yang ditempuh
kita menyebut jejak itu hari ulang tahun
pada jejak itu pula
orang sekeliling menuang secawan air tuk lepaskan dahaga,
agar lebih semangat kembali lari.
namun ada juga menuang arak, ada pula menuang sam-sam
semua ada efeknya

di ujung sana telah menanti tali finis kafan
sebakul kembang kamboja yang siap ditabur di atas podium
pula piala nisan siap disematkan di kepala seperti topi para penari sufi
di piala telah tertulis nama pelari
lengkap beserta hari dan tanggal finis
kita-kita!

selama kita masih berlari
mari menyebut asma-Nya dalam nafas dalam desah
saling mengngatkan agar terhidar dari duri yang nampak pun yang tersembunyi
pastikan tangan kita tetap mengayun menebar kasih dengan fasih
agar sesampainya dirumah, kita bisa mengulung senyum
tidak meringis tangis karena habis menginjak duri

anak-anak terbuang

hanya setitik kecewa
matamu melotot
pun tak jua sperma
tiba-tiba tenggorokanmu bunting
kemudian berlahiranlah
dari selangkangan belah bibirmu

anak sundala'
anak suntili'
anak anjing'
anak siala'
bahkan
anak songkolo'

mereka lahir bercampur tai'.

puas tergambar pada rautmu
setelah melahirkan anak-anakmu.

tak bisakah kau aborsi
kemudian kau telan dalam hati,
aku tak suka anakmu bermain ditelingaku
apalagi kalau sampai menempel dihidungku.

Rabu, 07 Januari 2009

senyum kotak-kotak

tergantung di sudut-sudut jalan
antara janji dan pembuktian

datang dengan lagu lama yang diaransemen ulang
antara romantisme dan kepahitan

engkau meminta pil ekstasi untuk kembali berpesta
atau untuk ikut nimbrung berpesta

pesta kata dan perdebatan.....

engkau ketagihan dengan pil itu
sampai aku tak mampu menolak untuk memberimu
kusuap tepat disenyummu
hingga engkau kembali teler
dan melupakan senyummu padaku
senyum yang tergantung di sudut-sudut jalan itu

alan greenspan dan neo liberal

dipuja-puji
bak titisan Smith, Say, ataupun Ricardo
oracle, maestro, dan
engkau adalah malaikat yang akan menebar kemakmuran di jagad

Ronald Reagen, Bush tua, sampai Clinton dan Bush muda
tunduk oleh jampi-jampimu
Afganistan, Irak, pun tlah mendapat kutukanmu

SBY, Sri Mulyani, Marie Pangestu,
Boediono, dan para dosen ekonomi UI adalah para pengikutmu
yang tunduk dan membebek dari setiap fatwamu

kini bubble-mu tlah pecah
mengambrukkan Dow Jones, Nasdaq, Nikkei, Hang Seng, Kospi,
dan IHSG yang dibanggakan SBY
hancurlah bursa-bursa
tergeletak bersama ekspektasi akan kemakmuran
berhamburan bersama para pekerja yang diusir keluar pabrik dan perkantoran

kini semua tlah berpaling darimu maestro...
Fukuyama pun membasikan ajaranmu
semua melirik Stiglitz dan Krugman
mendaulatnya sebagai dukun baru

selamat jalan maestro,
bacakan sekali ini mantra-mantramu;
laissez faire laissez paser,
le monde va de luimeme